Sabtu, 12 Februari 2011

Chord NKB 203 – uncomplete

Adakah Tempat BagiNya

Adakah tempat bagiNya,
yang menanggung dosamu?
Yesus t’lah ketuk hatimu;
sambutlah Penebusmu!
Refrein:
B’rikanlah tempat bagiNya
dan dengarkan sabdaNya!
Bukalah pintu hatimu,
sambut Dia segera!

Bila hanya nikmat dunia
‘kau kejar selalu t’rus,
k’lak tempat pun tiada lagi
bagi Yesus, Penebus.
(Reff)

Adakah tempat bagiNya,
yang mencurahkan berkat?
Hari inilah saatnya,
hari Tuhan t’lah dekat!
(Reff)

Hari rahmat hampir lalu,
baik serahkan hidupmu;
Nanti hatimu tertutup
bagi Yesus, Rajamu.
(Reff)

Chord NKB 202 - uncomplete

Genta Injil Bergaung

Genta Injil bergaung ke seluruh dunia,
membawakan kabar s’lamat bagi umat manusia.
Besarlah kasih Hu, yang mengutus PutraNya,
agar orang yang percaya dapat hidup s’lamanya.
Refrein:
Suaranya bergema dalam dunia yang cemar,
InjilNya memberi sukacita yang besar.

Genta Injil mengundang masuk pesta mulia,
jangan tampik panggilanNya yang penuh anugerah.
” ‘Ku b’rikan tubuhKu, ‘kau yang lapar, makanlah!
walaupun dosamu merah, bagai salju putihlah.”
(Reff)

Genta Injil bergaung, peringatan terdengar:
barang siapa yang menolak, dapat hukuman besar.
Serahkan hidupmu pada Yesus, Tuhanmu,
jika ‘kau tidak terlambat, akan s’lamatlah tentu.
(Reff)

Genta Injil begaung, diwartakannya terus
tentang kasih yang sempurna, ka’na kurban Penebus.
‘Ku b’rikan wartaNya bagi insan di dunia:
“Sudah lahir Kristus, Tuhan, Jurus’lamat manusia.”
(Reff)

Chord NKB 201 – uncomplete

Di Jalan Hidupku

Di hidupku ‘ku ada sobat yang setia,
yang s’nantiasa berjalan sertaku;
masa gelap dibuatNya terang ceria,
itulah Yesus, Jurus’lamatku.
Refrein:
‘Ku tak cemas ‘kan jalan yang naik turun
lewat lembah dan gunung yang terjal;
sebab Tuhan berjalanlah di sampingku,
memimpinku ke neg’ri yang kekal.

O kasihNya besarlah tiada taranya,
dengan rela Dia mati bagiku;
kepadaNya ‘ku s’rahkan jiwa dan raga,
sejak itu Dia bimbingku s’lalu.
(Reff)

Chord NKB 200 – uncomplete

Di Jalan Hidup yang Lebar, Sempit

Di jalan hidup yang lebar, sempit,
orang sedih mengerang.
Tolong mereka yang dalam gelap;
bawalah sinar terang!
Refrein:
Pakailah aku, jalan berkatMu,
memancarkan cahayaMu!
Buatlah aku, saluran berkat
bagi siapa yang risau penat.

Wartakan Kristus dengan kasihNya;
pengampunanNya penuh.
Orang ‘kan datang ‘pabila engkau
menjadi saksi teguh.
(Reff)

Seperti Tuhan memb’ri padamu
dan mengasihi dikau,
b’ri bantuanmu di mana perlu,
Yesus mengutus engkau!
(Reff)

Chord NKB 199 – uncomplete

Sudahkah yang Terbaik ‘Ku Berikan

Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan
kepada Yesus Tuhanku?
Besar pengurbananNya di Kalvari!
DiharapNya terbaik dariku.
Refrein:
Berapa yang terhilang t’lah ‘ku cari
dan ‘ku lepaskan yang terbelenggu?
Sudahkah yang terbaik ‘ku berikan
kepada Yesus, Tuhanku?

Begitu banyak waktu yang terluang
sedikit ‘ku b’ri bagiNya.
Sebab kurang kasihku pada Yesus;
mungkinkah hancur pula hatinya?
(Reff)

Telah ‘ku perhatikankah sesama,
atau ‘ku biarkan tegar?
‘Ku patut menghantarnya pada Kristus
dan kasih Tuhan harus ‘ku sebar.
(Reff)

‘Ku tak mau lebih lama dalam jurang,
‘ku panjat dindingnya terjal.
Dunia yang ‘kan binasa memerlukan
berita kasih Allah yang kekal.
(Reff)

Chord NKB 198 – uncomplete

Sahabatku yang Paling Karib

Sahabatku yang paling karib,
di sorga rumah tinggalNya;
bicaraNya benar dan baik,
kerjaNya jujur s’lamanya,
yaitu Yesus, Tuhanku,
kekal Sahabat karibku.

Manusia terombang-ambing,
tetapi Yesus tak pernah;
di malam hari ‘ku terbaring
di dalam perlindunganNya.
‘Ku tahu, Yesus, Tuhanku,
kekal Sahabat karibku.

Di dunia orang jual kasih
menghitung laba-ruginya,
ketika tiada untung lagi,
tak jarang sirna kasihnya,
tetapi Yesus, Tuhanku,
kekal Sahabat karibku.

NyawaNya pun direlakanNya
supaya aku ditebus
dan dosaku dihapuskanNya
dengan darahNya yang kudus.
Ya, sungguh, Yesus, Tuhanku,
kekal Sahabat karibku.

Chord NKB 197 – uncomplete

Besarlah Untungku

Besarlah untungku jika Yesus milikku,
bersuka jiwaku kar’na damai yang penuh.
meskipun angin k’ras badai dunia menderu,
tak goyah hatiku kar’na Yesus milikku.
Refrein:
Benar, benar, besarlah untungku.
Benar, benar, besarlah untungku.
Benar, benar, besarlah untungku.
Ketika Yesus sungguhlah tetap milikku.

Kendati tiadalah hartaku di dunia,
hatiku tak resah, tak bersungut, berkesah.
Kar’na ‘ku sungguh tahu jika Yesus milikku,
tak sia-sialah segenap usahaku.
(Reff)

Meski tumpuanku pada Yesus, Tuhanku,
tidaklah aku jauh dari susah dan keluh.
Di dunia yang fana ‘ku ‘kan tahan berperang,
di sorga yang baka dengan Yesus ‘ku menang.
(Reff)

Sekarang hidupku sungguh mulia benar
di dalam kasihNya ‘ku selalu bergemar.
JanjiNya ‘ku dengar kar’na Yesus milikku:
” ‘Ku sambut datangmu dalam rumah BapaKu”
(Reff)